Ngomongin ospek pasti yang terbayang adalah sebuah bentuk ‘penyiksaan oleh kaum intelektual’. Ya kenapa bilang gitu, menurut saya jelas aja pelakunya adalah dari kaum yang memang punya pendidikan yang cukup baik a.ka anak kuliahan (termasuk saya). Pastinya perubahan terus terjadi seiring waktu. Ya, sebagai orang yang ‘maju’, sudah seharusnyalah saya belajar bahwa sekaranglah saatnya menerima sebuah perubahan itu.
Inget2 dulu, tepatnya bulan Agustus 2005 gitu. Saya mengikuti ospek saya yang pertama di FK Udayana. Dari awal emang sih udah denger2 dari kk kelas kalo ospeknya tu aga2 berat. Ya yang saya rasakan waktu itu sih ya emang aga2 berat. Gila aja, dateng pagi2 buta pas jalanan masih nggak ada orangnya, ya kira2 jm3 atau 4, ato 5an gitu. Lupa deh. Mesti diturunin di perbatasan jalan Sudirman-Dewi Sartika, ya tepatnya di depan Matahari Dept. Store dan sisanya saya dan temen2 saya harus jalan sampai ke Kampus Sudirman. Serunya lagi, ini barang bawaan kita ternyata nggak sedikit krn kita mesti bawa kayu bakar yang diameternya ditentukan panitia (klo nggak salah yang ini setiap hari) dan sejibun tugas lainnya. Ya kira2 setiap hari saya bawa 1 tas karung yang dislempang, kayu bakar dan 1 tas kresek besar untuk tempat tugas2 saya dan kelompok lainnya. Ospeknya nggak tanggung2, klo saya nggak salah inget ya 2 mingguan lah beserta pra-pranya. Mulainya pas matahari blom terbit sampe matahari udah terbenam dan hampir digantikan bulan. Wah, klo diinget2, ini jadi suatu kenangan yang nggak akan pernah saya lupakan. Gimana rasanya nggak tidur gara2 harus ngerjain tugas, trus ngantuk waktu dikasi materi. wah banyak dah. Blom lagi konflik sama temen2 kelompok yang males2 n nggak mau kerjasama. Dtambah saya sempet nabrak orang sampe masuk UGD. Wah komplit dah pokoknya.
Ospek kedua saya, ya taun 2007 kemarin. Agustus taun lalu saya juga dapet kesempatan jadi Ketua KPK (Nama ospeknya kedokteran-Kuliah Perdana Kedokteran). Yah waktu itu saya jadi ketua dimasa peralihan. Ya ospek itu udah berubah secara total, tapi blum terlalu sempurna. TAun lalu ada peraturan langsung dari pihak Rektorat yang hanya memperbolehkan orientasi mahasiswa baru hanya berlangsung selama 3 hari dari jm7pagi sampai 5 sore tanpa ditempel langsung dengan dilakukannya kemah. wah, saat menerima keputusan itu, ada rasa seneng dan berat juga. Pertama, ya lumayan seneng karena otomatis tugasnya jauh menjadi lebih ringan, karena konsep dan segala macemnya sudah diberikan panduan langsung oleh pihak rektorat. Susahnya ya, saya waktu itu cukup merasa ga ‘pd’ untuk yakin kalo perubahan ini dapat diterima banyak pihak, terutama kk kelas dan rekan-rekan seangkatan yang nantinya akan ikut menjadi panitia. YAh, saya hantam aja deh. Saya brusaha dengan sangat mengikuti peraturan2 yang sudah ditetapkan. Sedikitpun tidak berniat untuk berusaha lepas dari jalur yang sudah dibuat. YAh, Segalanya sudah sudah dibicarakan dengan pihak2 berwenang, terutama Dekanat FK dan sudah mendapat persetujuan pastinya. Maka berjalanlah perubahan itu… Tapi nasib naas waktu itu mungkin lagi deket2 saya, jadi hari terakhir plaksanaan KPK, saya dimarah gitu deh oleh Prof.Bakta a.ka Rektornya Unud, gara2nya telat mulangin anak2 baru. Padahal, sebelumnya keterlambatan ini sudah diprediksi dan diijinkan oleh Dekanat. Hokhok,, abis sudah saya, dan alhasil dipanggillah saya beserta PD3 untuk segera menghadap ke Rektor hari berikutnya.. Waaa…. MAti diospek pak Rektor ni… Hohoho…
Yah, taun ini saya sedang bersiap menghadapi ospek ke3 saya. Adik2 kembar saya, Ari dan Ade lagi mau menempuh ospek jadi otomatis saya juga ikutan ospek ni bantuen adek2 saya. hoho. Tgl 26-28 kemarin mereka udah melewati ospek universitas yang cukup ‘enak’, karena nggak ada tugas sama skali. Hoho. Berbahagialah mereka. Tapi, tgl 1 besok, mereka pada mulai ospek di fakultas masing-masing. Ari di F.Hukum Udayana (Reguler) dan Ade di F.Ekonomi Udayana (Reguler). JAdi, ya tunggu crita saya tentang ospek ketiga saya yang akan saya jalani… Hehe
