The Journey

23 04 2010

Kamis kemarin saya mulai bertugas di RS Klungkung. Di bagian Penyakit Dalam tepatnya. Kesan pertama yang saya rasakan adalah nikmat dunia. Haha… Supervisornya baik smua, tugasnya tidak begitu berat dan yang terpenting adalah banyak kesempatan jalan-jalan. Haha. Pastinya tidak melupakan tujuan utamanya donk, yaitu cari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya di rumah sakit daerah. Well, makan adalah bagian terpenting yang saya tunggu setiap harinya. 2 hari ini, dengan kocilan saya, Gede, kita sudah berwisata makan di 3 tempat berbeda dan 4 jenis makanan. Mantap,. Sejujurnya ini agak mengubah pola makan saya, yang sudah mulai terbiasa dengan makan dalam porsi yg lebih kecil dan jarang. Tapi apa daya, ajakan Gede ternyata mampu menggoyahkan niat dan keinginan saya untuk ‘menguruskan badan’. Let me talk about our journey in last 2 days.

Hari pertama biasa aja sebenernya. Setelah diterima dengan dokter Sp.PD di RS Klungkung, ya kita melakukan aktivitas biasa. Liat-liat pasien dan ikut visite dokter. Jam 12 siang, kita sudah tancap gas menuju Lawar Kartika di ByPass Sanur, tempat makan pertama kita. Saya memang belum pernah makan ditempat ini sebelumnya, tapi tempat ini sudah sering saya lewati dan didengar ceritanya tentang enaknya lawar disini. Capcus pesen 2 porsi biasa, tanpa tum. Karena kata Gede tumnya nggak enak. Hehe. 1 porsi standarnya nasi, kuah semacam sup daging, dan sepiring lawar sapi lengkap dengan sayur urap, sate, jeroan goreng, krupuk babi, dan daging sapi seperti empal. Enak. Tapi saya kurang suka dengan urap dan daging sapinya karena agak keras, jadi agak sulit untuk makannya. Hehe. Tapi, overall enak kok. Recommended. Mirip-mirip sama Nasi Lukluk. Harganya juga rata-rata. 15rban seporsinya. Kenyang banget untuk porsi saya. Cukup sampe jadi makan malem. Haha.

Hari kedua, Jumat, salah satu temen yang asalnya dari Selumbung, Karangasem janjiin bawain ‘nasi slumbung’ yang katanya enak dan harga sebungkusnya cuma 1000 rupiah aja. Tapi sudah diwanti-wanti sebelumnya klo nasi seribuan ini nggak isi daging, Cuma saur/serundeng, kacang dan sambel aja. Karena pada penasaran, saya dan teman-teman yang sama-sama tugas di RS Klungkung (total 5 orang) pada pesen masing-masing 2 bungkus. Pada takut kekurangan kali ya, berhubung harganya Cuma seribu soalnya. Semua mungkin berasumsi klo nasi bungkus seribu rupiah Cuma seiprit. Hehe. Dan ternyataaa, nasi slumbung = sarapan mantap. Walaupun nggak isi daging, Cuma sambel kacang dan saur, ntah kenapa rasanya nempel banget dilidah. Enakkkkkkk….. diluar asumsi juga ternyata 1 bungkusnya tidak terlalu banyak tapi nggak sedikit juga. Kalo saya cukup 1 ½ aja kali ya, tapi klo cowo-cowo mungkin 2 atau 3 bungkus baru nampol. Akhirnya, nasi slumbung ditetapkan sebagai sarapan wajib untuk kita berlima. Bahkan besok Gede berencana untuk bawa ayam goreng dari rumah sebagai pelengkap…

Hari ini juga kita berlima ada jadwal untuk jaga di UGD RS Klungkung dari jam 1 siang sampai jam 6 sore. Berhubung semua urusan dan tugas di bangsal sudah selesai pk. 11.00, kita memutuskan untuk makan siang di Pesinggahan, Klungkung. Ya, dopping sebelum jaga niatnya. Sampe disana ya kita makan sate ala Pesinggahan. Nasi sate sayur pepes lengkap dengan sambel mentahnya. Ini bukan kali pertama saya makan ditempat ini, tapi tetep aja pingin makan walaupun perut sebenarnya tidak terlalu lapar. Jadilah kita ngantuk dan males kekenyangan. Dalam keadaan kenyang seperti inipun, saya dan Gede punya rencana nanti sore setelah jaga kita mau mampir ke Nuri’s, Ubud buat nyobain crispynya. Dan sudah dimantapkan untuk nggak makan ribs di Nuri’s. Alasannya, nanti sore pasti masi kenyang dan klo pesen ribs, itu terlalu kebanyakan. Jadi kita sudah berencana untuk beli Hotdog dan crispy saja.

Ternyata hari ini mungkin memang hari keberuntungan kita. Belum juga jam 6sore, tepatnya jam 3.15menit, dokter jaga UGDnya memaksa kita pulang. KAtanya kasian klo kita pulang jam 6sore, kan klo pulang ke Denpasar jauh ditambah sudah mulai mendung disana. Sejujurnya kita kan nggak enak donk pulang sebelum jadwalnya harus pulang, tapi karena dokternya bolak-balik ngasi tahu kita supaya pulang dan dengan tegasnya mengatakan nggak papa klo pulang duluan, nggak perlu tunggu jam6, ya terpaksa deh kita semua pulang jam SETENGAH 4 SORE. Mantaaaaapp gila,. Dokter muda kayak kita ya seneng-seneng ajaaa… hihi. Tapi memang nggak ada banyak pasien sih. Dari jam 1 siang sampe kita pulangpun Cuma ada 2 pasien, yang satu DHF yang satu lagi intoksikasi pestisida.

Pulang lebih awal = early dinner. Hehe. Di mobil saya sudah wanti-wanti kalau nggak akan pesen ribs. Kan baru aja abis makan, dan memang masih kenyang pas itu. Perjalanan dari Klungkung ke Ubud nggak memakan waktu lama juga, jadi ga ada alasan selama perjalanan kita tiba-tiba jadi laper. Sampelah kita di Nuri’s Nacho Mama. Duduk dimeja, lalu otomatis pesen ‘crispy 1, spare ribs 1’. Sontak deh kita ketawa, gimana nggak. Uda niat bulat nggak mesen ribs, tiba-tiba tanpa kompromi saya langsung aja pesen ribs. Ternyata Gede juga punya pikiran yang sama dengan saya, rasanya nggak lengkap kalo ke Nuri’s nggak pesen ribs. 1 ribs pun kita bagi berdua, saya memang biasanya makan setengah porsi aja sih juga. Mantaapp,,, hari ini lengkap deh semua. Perfect.

Besok mau kemana? Yang pasti sarapan nasi slumbung. Makan siangnya? Mungkin kita ke Bangli makan ikan mujair, atau ke daerah Bypass Rai Mantra makan lawar kuwir, atau ke nasi Weti? Hihi. Nggak tau juga. Yang penting 14 hari di Klungkung = makan di 14 tempat beda tiap harinya.





Ehemm

18 04 2010

Haduh, kaget liat tanggal posting terakhir. 2 April 2009. Sudah lebih dari 2 tahun nggak pernah posting disini . Kangen juga… mungkin hari ini adalah waktu yang tepat untuk ‘buka puasa’ ngeblognya…
Kebetulan hari ini habis jaga di Triage Interna RS Sanglah. Tumben, nggak ngerasa terlalu capek atau ngantuk. Jangan tanya kenapa, soalnya saya juga nggak tau knapa. Tumben aja, sampe jam sgini masih on di depan tv. Sampe akhirnya, ntah ada angin darimana pingin skali rasanya buka laptop dan berbagi cerita disini. Sebenernya ada banyak hal yang ingin dibagi. Terutama tentang sebuah pilihan. Ya, saat ini saya memang sedang dalam keadaan yang agak sulit karena harus menghadapi beberapa hal yang harus dipilih. Yang lebih berat lagi, karena pilihan yang saya ambil secara tidak langsung mungkin akan mempengaruhi masa depan. Haha.
Pilihan terbesar saya saat ini adalah memilih pacar. Haha. Seberapakah penting pacar buat saya saat ini? Mungkin teman hidup, sahabat terdekat selain 3 teman terbaik saya (devi,dewi,lisa), mood booster, atau keluarga baru untuk orang-orang terdekat? Jawabannya, bisa semua. Karena menurut saya dya bukan hanya menjalin hubungan dengan saya, tetapi juga dengan keluarga inti, keluarga besar dan yang terpenting teman-teman saya. Haah… saat ini, pertanyaan terbesar saya adalah apakah keputusan yang saya ambil adalah benar?! Setelah menjalani hubungan selama ± 3 tahun dengan mantan pacar terakhir saya, saya dibuat harus mengambil keputusan yang menurut saya cukup berat, bahwa ternyata memang bukan dia. Saya kira tidak butuh banyak waktu untuk mengenal seseorang lebih dekat atau lebih dalam. Tapi ternyata, sekian waktu yang dijalani belum cukup untuk saya meyakinkan diri saya bahwa saya harus tetap bertahan. Bahkan, saat ini bisa dibilang tidak ada alasan yang kuat untuk mempertahankan hubungan yang sudah dijalankan sebelumnya. Bukan berarti selama ini hub tersebut tidak didasari rasa sayang atau apalah, tetapi menurut saya begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ya backgroundnya, ya cara dia menghadapi hubungan kita termasuk apapun tetekbengeknya, dan pastinya menurut saya adalah saya harus tahu dya punya mapping masa depan. Itu penting, bukan untuk saya saja, tapi yang pasti untuk dirinya sendiri juga . Mudah-mudahan ini bukan hal yang terlalu sulit untuk dipenuhi, karena menurut saya setidaknya dengan punya planning yang baik, diiringi dengan usaha yang cukup, bisa menjadi sebuah dasar yang baik untuk hubungan lebih lanjut. Haah, ini semua mulai terpikir saat bertukar pikiran dengan mama. Baru tersadar bahwa ternyata umur saya sudah semakin bertambah, tanggungjawab pun mengikuti dibelakang. Sebagai anak tertua, saya masih punya tanggungjawab dengan adik saya. Minimal memberikan contoh yang baik, walaupun slama ini saya belum sepenuhnya bisa memberikan contoh yang baik untuk mereka. Tapi setidaknya, menurut mama, cara saya memilih pasangan akan dinilai oleh adik-adik saya dan tidak menutup kemungkinan mereka akan mempengaruhi mereka nantinya. Hal kecil. Simpel, nggak susah, tapi setelah dijalankan… susah. Saat ini saya hanya bisa berharap, semoga keputusan yang saya ambil baik untuk semuanya. Nggak ada yang perlu disesali nantinya. Berat, tapi ini adalah final keputusan, setelah banyak berkonsultasi juga dengan orang-orang terdekat. Maaf, saat ini rasanya ini memang yang terbaik.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.